

Dulu, naik kereta di Indonesia penuh drama. Dari calo yang merajalela, gerbong panas tanpa AC, hingga stasiun yang semrawut dan jauh dari kata nyaman. Sebelum 2009, layanan PT KAI sering jadi bahan keluhan: penumpang berdesakan, jadwal kereta sering molor, pungli merajalela, dan rasa aman nyaris tak terasa.
Namun semuanya berubah ketika Ignasius Jonan duduk di kursi Direktur Utama PT KAI (2009–2014). Di bawah kepemimpinannya, KAI bukan hanya berbenah tapi benar-benar bertransformasi. Mulai dari penerapan tiket online dan e-boarding pass, pelarangan pedagang asongan, modernisasi stasiun dan gerbong, hingga pelatihan karyawan agar lebih ramah dan disiplin. Hasilnya? Luar biasa! Dari perusahaan yang sempat merugi Rp80 miliar, PT KAI berhasil membalik keadaan dan mencatat keuntungan Rp1,3 triliun pada 2014.
Kuncinya ada pada satu hal: pelayanan prima. Transformasi KAI bukan semata soal teknologi, tapi tentang bagaimana menciptakan rasa nyaman, aman, dan puas di hati pelanggan. Kini, PT KAI menjadi andalan transportasi masyarakat Indonesia. Buktinya, hanya dalam periode Januari–Mei 2025, KAI telah melayani lebih dari 198 juta penumpang.
Kalau PT KAI saja bisa bertransformasi dan jadi andalan jutaan orang lewat pelayanan prima, bisnismu juga pasti bisa!